TERAPI LATIHAN
Definisi :
Dikemukakan oleh Gardiner tahun 1964 :
Exercise therapy is means of accelerating the patient is from injuries and disease which have altered his normal way living.
Artinya : terapi latihan adalah suatu cara mempercepat penyembuhan dari suatu injuri/penyakit tertentu yang pernah mengubah cara hidupnya yang normal.
Terapi latihan adalah suatu usaha pengobatan dalam fisioterapi yang dalam pelaksanaanya mengunakan latihan – latihan gerakan tubuh baik secara aktif maupun pasif.
Terapi latihan adalah suatu usaha untuk mempercepat penyembuhan dari suatu injury atau penyakit tertentu yang telah merubah cara hidupnya yang normal.
Tujuan terapi latihan :
1.Memajukan aktifitas penderita dimana dan bilamana perlu.
2.Memperbaiki otot-otot yang tidak efisien dan memperoleh kembali jarak gerak sendi yang normal tanpa memperlambat usaha mencapai gerakkan yang berfungsi dan efisien.
3.Memajukan kemampuan penderita yang telah ada untuk dapat melakukan gerakan-gerakan yang berfungsi serta bertujuan, sehingga dapat mengembalikan ke aktifitas normal.
Adapun tujuan dari terapi latihan adalah mencegah gangguan fungsi, mengembangkan, memperbaiki, mengembalikan dan memelihara :
1.Kekuatan otot.
2.Daya tahan dan kebugaran kardiovaskuler.
3.Mobility dan flexibility
4.Stabilitas
5.Rileksasi
6.Koordinasi, keseimbangan dan kemampuan fungsional.
Setelah melalu proses komprehensif tujuan terapi latihan berguna untuk :
1.Indentifikasi problem pasien.
2.Keterbatasan fungsi.
3.Jenis gangguan.
4.Kemungkinan timbulnya kecacatan.
Adapun tehnik terapi latihan dan gerakan yang dipergunakan dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Aktive movement :
Voluntary movement : 1. Assisted active movement.
2. Free active movement.
3. Assisted-resisted active movement.
4. Resisted active movement.
Involuntary movement : misalnya reflek.
2. Pasive movement :
1.Relaxed passive movement.
2.Forced passive movement.
3.Manipulative passive movement.
GERAKAN PASIF ( PASIVE MOVEMENT )
A. RELAXED PASIVE MOVEMENT ( RPM )
1.Tehnik RPM :
a.Rileksasi
Sebelum melakukan gerakan sendi diusahakan agar otot-otot disekitar sendi yang akan digerakkan dalam keadaan rileks, dengan cara :
b.Starting posisi yang betul.
Diberikan heating/pemanasan, mis : IR, SWD, paraffin dll.
Massage.
c.Fiksasi
Anggota yang digerakkan bagian proksimal harus duifiksasi dengan betul agar terjadi gerakan yang benar.
d.Support
Bagian yang digerakkan harus mendapatkan penyanggaan yang sempurna.
e.Traksi/tarikan :
Sebelum dan sesudah sendi digerakkan sebaiknya sendi dilakukan penarikan terlebih dahulu.
Tujuan : mencegah pergeseran pembentuk sendi.
f.Lingkup Gerak Seendi ( LGS )
Dilakukan dengan LGS penuh sampai batas gerak sendi. Untuk mempertahankan LGS dilakukan 2 x sehari 6 kali.
Kecepatan dan lama gerakkan
Kecepatan tergantung tujuanya.
Untuk memperoleh rileksasi kecepatan lambat dan teratur.
Untuk memperlancar sirkulasi darah kecepatan cepat, teratur dan berulang ulang.
2.Efek dan kegunaan RPM :
1. Mencegah proses perlengketan jaringan untuk memelihara kebebasan gerak sendi.
2.Mendidik kembali pola gerakan dengan stimulasi pada propioceptor.
3.Memelihara skstensibilitas otot dan mencegah pemendekan otot.
4.Memeperbaiki/memperlancar sirkulasi darah/limfe.
5.Rileksasi.
B.FORCED PASIVE MOVEMENT ( FPM )
1.Teknik FPM
Penekana yang kuat dan tiba-tiba, ini kurang begitu bagus karena bias terjadi robekan sendi.
Penarikan yang mampu dan menetap.
2.Efek dan kegunaan :
Membebeskan perlengketan jaringan.
Mencegah pemendekan struktur sekitar sendi.
C.MANIPULATING PASIVE MOVEMENT
Biasanya dilakukan oleh seorang dokter anastesi kemudian sendi digerakkan.
GERAKAN AKTIF ( ACTIVE MOVEMENT )
Terrdiri dari 2 tipe :
1. VOLUNTARY MOVEMENT
Yaitu gerakan yang disadari, terkontrol dan terkoordinir.
Tipe gerakan :
1. FREE EXERCISE
Yaitu bentuk latihan dimana gerakan yang terjadi akibat kontraksi otot yang bersangkutan tanpa pengaruh dari luar. Nilai otot minimal 3.
Klasifikasi :
a.Lokal exercise
Ditujukan untuk mendapatkan efek lokal mobilisasi sendi tertentu atau penguatan grup otot tertentu.
b.General exercise
Ditujukan untuk meningkatkan kebugaran, melibatkan banyak sendi dan grup- grup otot efek yang luas.
Sifat latihan :
a.Subyektive exercise
Gerakan dilakukan dalam LGS penuh ( Full ROM ) dan meliputi satu atau banyak sendi.
Perhatian penderita dipusatkan untuk terselenggaranya gerakan yang baik dan ketepatan penyelenggaraan gerakan.
b.Obyektive exercise
Latihan tidak ditujukan pada pembentukan gerakkan, tetapi pada suatu obyek tertentu.
Teknik :
a.Starting position, terdiri dari :
1.Non Weight Bearing ( NWB )
2.Partial Weight Bearing ( PWB )
3.Full Weight Bearing ( FWB )
b.Instruksi/aba-aba :
Harus jelas, tegas sehingga pasien mampu untuk mengerjakannya.
c.Kecepatan dan durasi :
Tergantung dan tujuannya.
Keuntungan :
a.Bisa dilakukan sendiri oleh penderita.
b.Akan menimbulkan kepercayaan diri si penderita, bahwa sudah bisa bergerak.
Kerugian :
Bila kekuatan otot tak seimbang akan menyebabkan suatu gerakan yang tidak terkoordinir dengan baik
Efek dan kegunaan :
1.Dapat menghasilkan rileksasi
penurunan otot “Resiprox inhibisi”
2.Mobilisasi sendi
gerakan yang berulang-ulang dengan LGS yang penuh maka mobilisasi sendi dapat teratasi.
3.Kekuatan dan daya tahan otot.
4.Koordinasi system neuromuscular.
5.Kepercayaan penderita.
6.Sistem cardiorespirasi dan vaskuler.
2. ASSISTED EXERCISE
Yaitu bentuk latihan dimana gerakan yang terjadi akibat kontraksi otot yang bersangkutan dan mendapat bantuan dari luar. Apabila kerja otot tidak cukup kuat untuk melakukan suatu gerakan maka diperlukan kekuatan dari luar. Kekuatan tersebut harus diberikan dengan arah yang sesuai dengan kerja otot.
1.Starting position
2.Bentuk dan gerakan, harus betul-betul dikuasai penderita arah gerakanya dapat menuju sasaran yang diperlukan.
3.Fiksasi arah gerakanya murni.
diberikan pada daerah proximal sendi yang digerakan
4.Support/penyanggaan.
5.bagian yang digerakan harus tersupport mengurangi kerja otot-otot yang lemah.
Misalnya : Fisioterapis, suspension, sling, papan licin.dll.
6.Traksi ( strech reflex )
7.traksi pada sendi dan otot yang bersangkutan.
8.Mengurangi ketegangan/rileksasi
9.Arah gerakan.
10.Sifat gerakan, gerakan harus terselengara secara ritmis dan betul-betul terkontrol.
11.Pengurangan gerakan, tergantung pada tujuan dan disesuaikan denganderajat otot yang bersangkutan
12.Kerjasama fisioterapis dengan pasien
Efek dan kegunaan :
1.Memberikan stimulasi tentang gerakan yang disadari.
2.Memberikan stimulasi terhadap ingatan ( memory ) dengan cara pasien melihat gerakan yang bersangkutan.
3.Mengembalikan kepercayaan penderita.
4.Meningkatkan/mempertahankan LGS.
5.Meningkatkan kekuatan otot.
3. RESISTED EXERCISE
Yaitu suatu latihan,otot yang bekerja dalam suatu gerakan untuk melawan suatu tahanan.
Tahanan yang diberikan optimal : suatu tahanan yang diberikan pada suatu otot yang berkontraksi, dimana otot tersebut masih bisa bekerja dengan LGS yang penuh dan koordinasi gerakan yang baik.
Jenis-jenis tahanan yang dapat diberikan :
Fisioterapis
Tahanan yang diberikan fisioterapi berlawanan dengan arah gerakan.
Keuntungan : besarnya tahanan dapat diubah-ubah sesuai dengan kemampuan otot.
Kerugian : tidak dapat menjumlah gaya yang diberikan fisioterapi terhadap tahanan sehingga sulit untuk mengevaluasi.
Penderita sendiri :
Dengan mengunakan anggota tubuh yang sehat.
Dengan mengunakan berat badan si penderita.mis : jongkok – berdiri.dll
Keuntungan ; besarnya tahanan dapat diubah-ubah sesuai dengan kemampuan otot.
Kerugian : tidak bisa mengukur berapa besarnya gaya yang dikeluarkan oleh otot itu.
Pemberat
Misalnya ; barbell, sand bag, dll.
Pemberat dan pulley :
Puley rangkaian tali dan katrol
Per ( spring ) dan benda – benda yang elastis :
Zat-zat yang bisa berubah bentuk :
Misal : paraffin, silicon, gel, malam, spon dll.
Air :
Dapat digunakan sebagai pemberat arah : gerakan berlawanan dengan Hkm.archimedes.
Bila yang bergerak kecil resisten juga kecil.
Bila yang bergerak besar resisten juga besar.
Faktor-faktor yang membentuk efisiensi otot kerja :
1.Power/kekuatan
Reaksi dalam tubuh dalam melawan beban/tahanan.
Kekuatan dapat dilatih dengan :
Menggunakan pembebanan yang tinggi ( high resistence )
Pengulangan gerakan yang rendah dan pelan ( low repetition )
2.Endurance/daya tahan otot
Lamanya seseorang/otot-otot mampu berkontraksi/bertahan dalam melawan tahanan.
Latihan yang diterapkan : pengulangan yang sering dan banyak ( low resistance )
3.Besarnya otot
Semakin besar otot,kekuatan semakin besar.
4.Kecepatan kontraksi :
Semakin cepat kerja otot semakin efisien.
5.Koordinasi gerakan : yaitu adanya kerja sama otot-otot.
Teknik resistance exercise :
1.Starting posisi :
2.Pola gerakan ( pattern of movement )
Benar-benar diketahui oleh penderita ( active movement/passive movement )
3.Stabilisasi
Diberikan pada anggota yang letaknya proximal sendi yang bersangkutan.
4.Traksi/tarikan otot
Fungsi : menciptakan stimulasi sehingga otot berkontraksi.
5.Besarnya tahanan : tahanan harus optimal.
6.Sifat gerakan
Gerakan yang halus, full ROM dan terkodinir dengan baik.
7.Pengulangan gerakan ( repetisi )
8.Kerjasama fisioterapis dengan penderita.
3.INVOLUNTARY MOVEMENT
Merupakan gerakan yang tidak disadari, yang dapat diartikan sebagai jawaban terhadap rangsangan sensoris.
Sifat gerakan: protektif / pertahanan
Macam-macam reflek:
1.Stretch reflek
Merupakan spinal reflek yang terjadi oleh karena penguluran otot.
2.Righting reflek
Merupakan rangkaian reflek yang terjadi di dalam mempertahankan keseimbangan tubuh.
3.Postural reflek
Merupakan rangkaian reflek yang terjadi untuk mempertahankan sikap tubuh dalam posisi tegak / berdiri.
Efek dan penggunaan
1.Memperkembangkan system neuromuskuler, bila voluntary movement, tidak bisa diselenggarakan.
2.Mempertahankan ROM dan sifat fisiologis otot mencegah perlengketan jaringan
3.Meningkatkan sirkulasi darah
4.Relaksasi otot
5.Meningkatkan / memperbaiki sikap tubuh..
Senin, 22 Februari 2010
STREACHING
Kontraktur :
Didefinisikan sebagai pemendekan otot secara adaptif dari otot/jaringan lunak yang melewati sendi sehingga menghasilkan keterbatasan lingkup gerak sendi.
Kontraktur dapat dibedakan menjadi 5 jenis yaitu :
1.Myostatic contrakture
2.Addhesion.
3.Scar tissue adhesion.
4.Irreversible contrakture.
5.Pseudo myostatic contrakture.
Keterangan :
1.Myostatic contrakture
Yaitu tidak ada jaringan yang patologis yang jelas jaringan otot, tendon mengalami pemendekan dan tampak berkurangnya lingkup gerak sendi.
Tigtrees ( ketegangan otot ) = mild contrakture/mild shorthening :
Hal ini sering terjadi pada individual yang normal apabila individual jarang melakukan program streching. Misal terjadi pada otot gastroc, hamstring. Tetapi hal ini dapat diatasi dengan “GENTLE STRECHING EXERCISE”
2.Adhesion
Gerakan yang diakukan untuk memelihara agar jaringan fleksibel dan sehat sehingga hidup adalah gerak. Ketidakmampuan untuk bergerak menyebabkan peningkatan cross bonding antara serabut colagen.
3.Scar tissue adhesion
Jaringan parut terjadi sebagai respon dari cidera ( injury ) dan peradangan. Serabut yang terbentuk mempunyai pola tidak teratur/acak dan hal ini jika terjadi disekitar jaringan yang normal maka akan membatasi lingkup gerak sendi.
Peradangan yang kronis sebagai akibat iritasi mekanik ataupun kimia akan menyebabkan deposisi fiber yang menyebabkan terjadinya jaringan parut dan keterbatasan gerak.
4.Irreversible contrakture
Hilangnya ekstensibilitas jaringan lunak yang permanen/menetap yang tidak dapat diobati dengan non surgicel treatment, terjadi ketika jaringan lunak dan jaringan penghubung/conektive diganti oleh jumlah jaringan non ekstensible ( jarinagn yang tidak bisa ekstensi dalam jumlah yang banyak )
Misal : tulang/jaringan fibrous.
5.Pseudo myostatic contrakture
Terjadinya keterbatasan gerak sendi dapat terjadi sebagai akibat dari hypertonus, karena lesi ( penyakit, kelainan, gangguan 0 pada susunan saraf pusat.
DEFINISI
Streaching adalah istilah umum yang digunakan untuk menjabarkan manufer terapi yang dirancang/disesain untuk memanjangkan struktur jaringan lunak yang memendek secara patologi dan dibenarkan untuk meningkatkan LGS
Ada 3 jenis jenis strreching :
1.Pasive streching
2.Aktif inhibition.
3.Flexibility exercise.
Ket :
1.pasive streching
Yaitu suatu cara tehnik streching yang dilakukan apabila pasien rileks dan kekuatan dari luar baik mekanik maupun manual digunakan untuk memajukan jaringan.
2.Aktif inhibition
Yaitu suatu cara streching dimana pasien ikut berpartisipasi dalam melakukan manufer strechinguntuk menghambat tonus otot yang tegang.
3.Flexibilitas exercise
Yaitu tehnik latihan fleksibilitas dan penguluran.
Metode streching untuk memajukan jaringan lunak :
a.Pasive streching.
b.Aktive inhibition.
c.Self streching
Ket :
a.Pasive streching
1.Terapis memberikan gaya dari luar dengan kecepatan, intensitas dan durasi dimana streching dilakukan pada jaringan lunak yang menyebabkan kontraktur atau keterbatsan gerak sendi, pasif streching diberikan melebihi LGS.
2.Pasien dalam keadaan rileks.
3.Kekuatan streching diberikan tidak boleh kurang dari 6 detik atau antara 10-30 detik dan diulangi 9 – 12 kali dalam satu sesi terapi.
b.Aktive inhibition
Yaitu suatu usaha penguluran jaringan lunak dimana pasien akan rileks secara refleks sehingga otot dapat diulur selama dilakukan streching. Aktif inhibition hanya dapat untuk mengulur struktur kontraktil dalam otot bukan konektif tissue. Jenis streching ini hanya dapat untuk mengulur otot yang masih mempunyai inervasi, tidak dapat digunakan pada otot yang mengalami spastisitas atau paralisis karena gangguan neuromusculer.
Contoh : Hot rileks, hold rileks with agonis contraktion, agonis contraktion.
c.Self streching
Yaitu jenis latihan streching dimana pasien melakukan streching dengan menggunakan berat badanyaq. Sering dipakai sebagai home program exercise.
Kontraktur :
Didefinisikan sebagai pemendekan otot secara adaptif dari otot/jaringan lunak yang melewati sendi sehingga menghasilkan keterbatasan lingkup gerak sendi.
Kontraktur dapat dibedakan menjadi 5 jenis yaitu :
1.Myostatic contrakture
2.Addhesion.
3.Scar tissue adhesion.
4.Irreversible contrakture.
5.Pseudo myostatic contrakture.
Keterangan :
1.Myostatic contrakture
Yaitu tidak ada jaringan yang patologis yang jelas jaringan otot, tendon mengalami pemendekan dan tampak berkurangnya lingkup gerak sendi.
Tigtrees ( ketegangan otot ) = mild contrakture/mild shorthening :
Hal ini sering terjadi pada individual yang normal apabila individual jarang melakukan program streching. Misal terjadi pada otot gastroc, hamstring. Tetapi hal ini dapat diatasi dengan “GENTLE STRECHING EXERCISE”
2.Adhesion
Gerakan yang diakukan untuk memelihara agar jaringan fleksibel dan sehat sehingga hidup adalah gerak. Ketidakmampuan untuk bergerak menyebabkan peningkatan cross bonding antara serabut colagen.
3.Scar tissue adhesion
Jaringan parut terjadi sebagai respon dari cidera ( injury ) dan peradangan. Serabut yang terbentuk mempunyai pola tidak teratur/acak dan hal ini jika terjadi disekitar jaringan yang normal maka akan membatasi lingkup gerak sendi.
Peradangan yang kronis sebagai akibat iritasi mekanik ataupun kimia akan menyebabkan deposisi fiber yang menyebabkan terjadinya jaringan parut dan keterbatasan gerak.
4.Irreversible contrakture
Hilangnya ekstensibilitas jaringan lunak yang permanen/menetap yang tidak dapat diobati dengan non surgicel treatment, terjadi ketika jaringan lunak dan jaringan penghubung/conektive diganti oleh jumlah jaringan non ekstensible ( jarinagn yang tidak bisa ekstensi dalam jumlah yang banyak )
Misal : tulang/jaringan fibrous.
5.Pseudo myostatic contrakture
Terjadinya keterbatasan gerak sendi dapat terjadi sebagai akibat dari hypertonus, karena lesi ( penyakit, kelainan, gangguan 0 pada susunan saraf pusat.
DEFINISI
Streaching adalah istilah umum yang digunakan untuk menjabarkan manufer terapi yang dirancang/disesain untuk memanjangkan struktur jaringan lunak yang memendek secara patologi dan dibenarkan untuk meningkatkan LGS
Ada 3 jenis jenis strreching :
1.Pasive streching
2.Aktif inhibition.
3.Flexibility exercise.
Ket :
1.pasive streching
Yaitu suatu cara tehnik streching yang dilakukan apabila pasien rileks dan kekuatan dari luar baik mekanik maupun manual digunakan untuk memajukan jaringan.
2.Aktif inhibition
Yaitu suatu cara streching dimana pasien ikut berpartisipasi dalam melakukan manufer strechinguntuk menghambat tonus otot yang tegang.
3.Flexibilitas exercise
Yaitu tehnik latihan fleksibilitas dan penguluran.
Metode streching untuk memajukan jaringan lunak :
a.Pasive streching.
b.Aktive inhibition.
c.Self streching
Ket :
a.Pasive streching
1.Terapis memberikan gaya dari luar dengan kecepatan, intensitas dan durasi dimana streching dilakukan pada jaringan lunak yang menyebabkan kontraktur atau keterbatsan gerak sendi, pasif streching diberikan melebihi LGS.
2.Pasien dalam keadaan rileks.
3.Kekuatan streching diberikan tidak boleh kurang dari 6 detik atau antara 10-30 detik dan diulangi 9 – 12 kali dalam satu sesi terapi.
b.Aktive inhibition
Yaitu suatu usaha penguluran jaringan lunak dimana pasien akan rileks secara refleks sehingga otot dapat diulur selama dilakukan streching. Aktif inhibition hanya dapat untuk mengulur struktur kontraktil dalam otot bukan konektif tissue. Jenis streching ini hanya dapat untuk mengulur otot yang masih mempunyai inervasi, tidak dapat digunakan pada otot yang mengalami spastisitas atau paralisis karena gangguan neuromusculer.
Contoh : Hot rileks, hold rileks with agonis contraktion, agonis contraktion.
c.Self streching
Yaitu jenis latihan streching dimana pasien melakukan streching dengan menggunakan berat badanyaq. Sering dipakai sebagai home program exercise.
Myositis Osificans
Pengertian
Jika Anda memiliki ketegangan otot yang buruk atau mati rasa. Dan ini diabaikan maka Anda bisa mengalami Myositis Ossificans. Biasanya diakibatkan dari dampak kerusakan pada selubung yang mengelilingi tulang (periostium) dan juga ke otot. Tulang akan tumbuh dalam otot (disebut kalsifikasi) yang dapat menyakitkan. Tulang akan tumbuh 2 sampai 4 minggu setelah cedera tulang dan matang dalam waktu 3 sampai 6 bulan.
Myositis ossificans adalah kondisi yang tidak biasa yang sering terjadi pada atlet yang mempertahankan cedera tumpul yang menyebabkan perdarahan dalam jaringan.
Jaringan lunak yang terluka dalam peristiwa traumatik pada awalnya mengembangkan sebuah hematom, dan kemudian mengembangkan myositis ossificans. . Kata myositis ossificans berarti bahwa bentuk-bentuk tulang di dalam otot, dan ini terjadi pada lokasi hematoma.
Gejala
1.Pembatasan berbagai gerakan.
2.Nyeri pada otot ketika Anda menggunakannya.
3.Benjolan keras di otot.
4.Dengan X-ray dapat menunjukkan pertumbuhan tualng
Perawatan myositis ossificans terdiri dari:
1.Istirahat
Orang yang menderita kondisi disarankan untuk istirahat total. Istirahat memainkan peran yang sangat penting dalam pemulihan. Pasien disarankan untuk membatasi gerakan mereka dan beristirahat sebaik mungkin. Ini dilakukan sampai rasa sakit jauh lebih berkurang.
2.Imobilisasi
Imobilisasi membantu dalam mempercepat proses penyembuhan.
3.Obat anti-inflamasi
Obat anti inflamasi juga efektif untuk mengobati myositis ossificans, ketika merasa adanya ketidaknyamanan pada pasien. Indometasin bermanfaat karena dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit.
4.Terapi ice
Ice juga dapat ditempatkan pada tempat yang terluka untuk mengurangi rasa sakit.
5.Massage
Pemijatan pada awal cidera harus dihindari untuk mencegah perdarahan lebih lanjut. Tapi setelah periode yang ditetapkan, ketika pendarahan telah berhenti dapat menggunakan terapi pijat untuk mengurangi ketegangan dan stres yang terkena jaringan lunak. Sebuah pijatan memang menguntungkan, karena membuat rileks sehingga rasa sakit berkurang. Ini akan membantu untuk mendapatkan kembali fleksibilitas otot. Dengan massage dapat merehabilitasi cedera, karena meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi waktu penyembuhan. Massage memang cara terbaik untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot cedera.
Penaganan operatif
Dalam kasus myositis ossificans dapat menyebabkan rasa sakit parah, bahkan setelah berbulan-bulan cedera, maka untuk membuang tulang digunakan prosedur pembedahan. Pada beberapa pasien myositis ossificans tidak memungkinkan gerakan sendi yang normal dan adanya iritasi saraf. Dalam kasus seperti itu, operasi ini digunakan untuk menghilangkan tulang. Bahkan jika kondisi ini didiagnosis dini, pembedahan tidak dianjurkan sebagai myositis ossificans tidak "dewasa". Dokter biasanya menunggu selama 6 sampai 12 bulan sebelum mempertimbangkan operasi pengangkatan. Kemungkinan untuk kembali seperti semula, jika myositisosifikan diangkat sebelum jatuh tempo.
Pengertian
Jika Anda memiliki ketegangan otot yang buruk atau mati rasa. Dan ini diabaikan maka Anda bisa mengalami Myositis Ossificans. Biasanya diakibatkan dari dampak kerusakan pada selubung yang mengelilingi tulang (periostium) dan juga ke otot. Tulang akan tumbuh dalam otot (disebut kalsifikasi) yang dapat menyakitkan. Tulang akan tumbuh 2 sampai 4 minggu setelah cedera tulang dan matang dalam waktu 3 sampai 6 bulan.
Myositis ossificans adalah kondisi yang tidak biasa yang sering terjadi pada atlet yang mempertahankan cedera tumpul yang menyebabkan perdarahan dalam jaringan.
Jaringan lunak yang terluka dalam peristiwa traumatik pada awalnya mengembangkan sebuah hematom, dan kemudian mengembangkan myositis ossificans. . Kata myositis ossificans berarti bahwa bentuk-bentuk tulang di dalam otot, dan ini terjadi pada lokasi hematoma.
Gejala
1.Pembatasan berbagai gerakan.
2.Nyeri pada otot ketika Anda menggunakannya.
3.Benjolan keras di otot.
4.Dengan X-ray dapat menunjukkan pertumbuhan tualng
Perawatan myositis ossificans terdiri dari:
1.Istirahat
Orang yang menderita kondisi disarankan untuk istirahat total. Istirahat memainkan peran yang sangat penting dalam pemulihan. Pasien disarankan untuk membatasi gerakan mereka dan beristirahat sebaik mungkin. Ini dilakukan sampai rasa sakit jauh lebih berkurang.
2.Imobilisasi
Imobilisasi membantu dalam mempercepat proses penyembuhan.
3.Obat anti-inflamasi
Obat anti inflamasi juga efektif untuk mengobati myositis ossificans, ketika merasa adanya ketidaknyamanan pada pasien. Indometasin bermanfaat karena dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit.
4.Terapi ice
Ice juga dapat ditempatkan pada tempat yang terluka untuk mengurangi rasa sakit.
5.Massage
Pemijatan pada awal cidera harus dihindari untuk mencegah perdarahan lebih lanjut. Tapi setelah periode yang ditetapkan, ketika pendarahan telah berhenti dapat menggunakan terapi pijat untuk mengurangi ketegangan dan stres yang terkena jaringan lunak. Sebuah pijatan memang menguntungkan, karena membuat rileks sehingga rasa sakit berkurang. Ini akan membantu untuk mendapatkan kembali fleksibilitas otot. Dengan massage dapat merehabilitasi cedera, karena meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi waktu penyembuhan. Massage memang cara terbaik untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot cedera.
Penaganan operatif
Dalam kasus myositis ossificans dapat menyebabkan rasa sakit parah, bahkan setelah berbulan-bulan cedera, maka untuk membuang tulang digunakan prosedur pembedahan. Pada beberapa pasien myositis ossificans tidak memungkinkan gerakan sendi yang normal dan adanya iritasi saraf. Dalam kasus seperti itu, operasi ini digunakan untuk menghilangkan tulang. Bahkan jika kondisi ini didiagnosis dini, pembedahan tidak dianjurkan sebagai myositis ossificans tidak "dewasa". Dokter biasanya menunggu selama 6 sampai 12 bulan sebelum mempertimbangkan operasi pengangkatan. Kemungkinan untuk kembali seperti semula, jika myositisosifikan diangkat sebelum jatuh tempo.
PENATALAKSANAAN
LESI NERVUS ULNARIS
BAB I
PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG MASALAH
N. Ulnaris
Syaraf ini berasal dari fasciculus medianus plexus brachialis, berjalan mengikuti arteria collateralis ulnaris superior, masuk diantara kedua caput musculus flexor carpi ulnaris dan masuk kedalam sulcus nervi ulnaris dan disini tepat dibawah kulit. Sehingga mudah merangsang meneruskan kedistal dan memberikan cabang pada
1.Ramus muscularis
Memberikan persyarafan pada musculus flexor carpi ulnaris, musculus flexor digitorum profundus jari ke tiga, ke empat, dan ke lima.
2.Ramus cutaneus palmaris
Dipercabangkan pada pertengahan lengan bawah atau sedikit sebelah proxsimalnya menuju dataran valair dari ke lima. Beranastomose dengan nervus cutaneusbrachii medialis.
3.Ramus dorsalis manus
Merupakan cabang terminal yang kecil – kecil setelah menembus fascia antero brachii akan memberikan cabang – cabang ke radial beranastome dengan nervi cutaneus antero brachii lateralis, medialis, dorsalis, dan ramus superficialis nervus radialis. Sedangkan cabang yang ke distal menuju daratan ulnair jari ke tiga, ke empat, ke lima dan data radialis jari ke empat, ke lima.
4.Ramus volaris manus
Merupakan cabang terminal yang benar yang di radialis os. Piriforme pecah menjadi dua yaitu
a.Ramus superficialis
Beranastomose dengan nervus medianus memberikan serabut motoris kepada musculus pada manus brevis yang akhirnya jadi pecah menjadi dua yakni
1.Nervus digitalis volaris propeus yang menuju daratan ulnair jari kelima
2.Nervus digitalis volaris communis yang akan menuju jari ke empat dan kelima serta daratan dorsal phalanx ke dua dan ke tiga.
b.Ramus profundus
Sebelum berakhir beranastomose dengan neuro medianus memberikan cabangnya menuju musculus interrossei, hypothenar, musculus lumbical empat. Kadang – kadang yang lumbical ke lima, musculus adductor pollicis, caput profundus musculus flexor policis brevis dan articulatio manus
Otot yang disarafi
1.Musculus flexor carpi ulnaris
Bentuk spindle dan datar terletak superficial pada permukaan volair dari lengan bawah. Origonya pada pada epicondilus medialis humeri dua per tiga atas margo post os. Ulan sedang kan insersionya pada os. Fisiforme, otot berfungsi gerakkan fleksi dari wrist dan adduksi juga fleksi dari elbow.
2.Musculus flexor digitorum profundus jari ke tiga, keempat, ke lima berbentuk dari otot ini lebar dan juga tebal, terletak sebelah bawah dari musculus flexor digitorum sublimes.
3.Musculus adductor pollicis bentuk otot ini pipih dan berbentuk segitiga.
4.Musculus abductor digitiminimi berbentuk pipih terletak superficial.
5.Musculus flexor digitiminimi berbentuk pipih.
6.Musculus opponen digitiminimi berbentuk pipih terletak tertutup musculus digitiminimi dan juga flexor digitiminimi
7.Setengah dari musculus flexor pollicis brevis
Berbentuk segi empat dibatasi musculus flexor opponen pollicis brevis sebelah radial dan sebelah ulnar oleh musculus abductor pollicis brevis
8.Musculus lumbricalis dari ke tiga dan ke empat.
9.Musculus interosseus palmaris jumlah empat buah bentuk segitiga dan pipih.
10.Musculus interosseus dorsalis banyak empat buah bentuk pipih.
Arteria brachialis
Cabang dari arteria profundus brachii cabang dari deltoideus, arteria collateralis media, arteria collateralis radialis, arteria nutricia humeri
Arteria collateral ilnaris superior arteria radialis.
Arteria ulnaris
Arteria ulnaris ini berjalan kearah profunda yaitu tepi atas musculus pronator teres, terus ke ulnar diantara otot ini dengan otot palmaris longus, flexor carpi radialis, flexor digitorum sublimis.
Nervus ulnaris merupakan cabang yang terbesar dari faciculus medialis plexus brachialis, serabut saraf ini berasal dari cervikal kedelapan dan thoracal pertama. (J.G. Chusid, 1983).
2. PENGERTIAN KASUS
Dimana sering kali terjatuh pada tangan yang terbentang keluar. Fragmen distal dislokasi ke belakang karena M. Triceps. Pada orang dewasa yang biasanya terjadi adalah dislokasi posterior sendi siku, karena adanya fraktur tersebut maka nervus ulnaris yang melewati epicondylus medial akan mengalami gangguan dan mengalami lesi.(Bernard Bloch, 1978).
3. ETIOLOGI
Dislokasi sendi siku.
Trauma langsung pada luka lacerasi.(J. G. Chusid, 1983).
4. PATOLOGI
1.Neuro praxis
2.Axonotmesis
3.Neuronotmesis
N. Ulnaris sering cedera pada siku dimana saraf ini terletak dibelakang epicodylus medialis dan juga pada pergelangan tangan dimana saraf ini dekat dengan A. ulnaris di depan retiniculum flexorum. Cedera pada siku biasanya di hubungkan dengan fraktur epicondylus medialis.(Makalah Lesi N. Ulnaris).
5 PATOFISIOLOGI
Pada daerah fragmen-fragmen fraktur tersebut terdapat penimbunan darah. Dalam beberapa jam setelah trauma maka fibroblast dari jaringan disekitar fraktur masuk ke hematoma tersebut dan beberapa hari kemudian terjadi pembentukan kapiler di daerah tersebut secara bertahap hematoma menjadi jaringan granulasi. Fibroblast yang ada pada jaringan granulasi mengalami metaplasia dan berubah menjadi kolagenoblas khondroblas. Kemudian menjadi osceoblas. Osteoblas dari jaringan tulang yang sehat juga ikut partisipasi. Timbunan jaringan tulang berada di sekitar jaringan kolagen dan pulau-pulau kortilago. Keadaan ini disebut woven bone. Kalus tersebut menyebabkan fragmen-fragmen bersatu pada pemeriksaan akan teraha kalus dan dapat terlihat pada gambaran sinar-x. woven bone berubah menjadi lameccar bone. Kemudian terjadi pembentukan tulang dalam bentuk normal.(Appley and Solomon, 1993).
6. TANDA dan GEJALA
1)Nyeri.
2)Pembengkakan.
3)Riangulasi pada ketiga titik tulang oleh kranon, epicondylus lateralis, epicondylus medialis.(Branard Block, 1978).
Gejala
Grup otot flexor
Grup otot abductor dan adductor, paralyse otot opponens digitiminimi
7. TUJUAN
AMengurangi nyeri.
BMenambah ROM.
CMencegah deformitas yang lebih lanjut.
DMemperlancar sirkulasi darah.
BAB II
ANATOMI TERAPAN
Nervus ulnaris mengandung serabut-serabut radiks ventral/ dorsal C.8 dan TH.1. otot-otot yang disarafi ialah m. flexor karpi ulnaris, kedua m. digitorum profundus. Sisi ulnar, m. palmaris brevis, kedua m. lumbrikalis sisi ulnar, kedua m. interosei dorsalis sisi ulnar, m. addvictorpolisis dan bagian ulnar m. fleksor polisi brevis.(Mahar Mardjono, 1981).
BAB III
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI
Nervus ulnaris modalitas yang dapat digunakan adalah :
1.Tens :
a.Persiapan Alat
Basahi pet.
TENS.
Arus continous.
Waktu terapi 10-15 menit.
b.Persiapan Pasien
Posisi pasien senyaman mungkin.
Bagian yang di terapi bebas dari pakaian.
Tes sensibilitas.
c.Pelaksanaan
Pet yang sudah dibasahi salah satunya diletakkan pada cervikas 8 atau thoracol 1, sedangkan ujung satunya diletakkan pada epicondylus medialis. Atur lamanya waktu terapi, atur intensitasnya kemudian tentukan katode dan anodenya. Lalu naikkan arus perlahan-lahan sampai terjadi kontraksi minimal.
2.Massage
Untuk kasus ini terapis dapat diberikan massage berupa friction yaitu strom’s friction yang bentuk gerakkannya searah denagn sepanjang serabut jaringan dengan model tekanan satu arah.
3.Exercise Terapi
Pemberian terapi latihan bergantung pada nilai dari otot yang dimaksud. Apabila nilai otot 1, maka latihan dengan assisted movement dapat diberikan. Ketika otot mencapai 2, bila nilai otot sudah mencapai nilai 3, maka dapat dilakukan active movement, dan bila otot sudah bernilai 4, maka latihan dapat di tingkatkan menjadi resisted. Baik berupa tahanan dari teropis atau latihan beban yang progresif.
BAB IV
PEMBAHASAN
1.Mengurangi Nyeri
Aktivasi formasio retikularis dan system limbic lewat kolumna dorsalis dan traktus spinotacamikus akan mendorong terjadinya aktivasi mekanis. me desenden yang dapat memodifikasi masukan sensorik di tingkat tanduk belakang baik pada mekanisme kontrol gerbang maupun langsung pada sec T.
2.Menambah ROM
Dengan pemberian resisted passive movement pada pasien maka meningkatkan kekuatan otot dan dengan bertambahnya kekuatan otot akan bertambah pula lingkup gerak sendi.
3.Mencegah Devormasi Lebih Lanjut
Untuk menghindari semakin buruknya keadaan, pasien tersebut disarankan untuk supaya mengurangi pekerjaan-pekerjaan yang berat seperti mengangkat beban. Splint dibutuhkan agar membantu lengan bawah dan tanan supaya tidak terlalu banyak melakukan aktivitas berat.
4.Memperbaiki Sirkulasi Darah
Kontraksi otot yang terjadi menyebabkan tekanan intermitten pada pembuluh venous dan limfe, akibatnya darah akan terdorong ke proksimal yang berarti pada daerah tersebut aliran darahnya makin baik.
Akibat perubahan kimiawi yang terjadi di bawah electrode menyebabkan dilatasi kapiler yang menunjang peningkatan sirkulasi darah lokal.
DAFTAR PUSTAKA
Best Herbert Charles and Taylor Burks Norman, The Living Body, Fourth edition, Reprinted, 1964 Chapaan and Holl limited London, hal 462 – 464
Chus, A Joseph C, Correlative Neuroanatomy and Functional Neurology, Ninth edition Lange Medical Publibation, Los Altis, California, 1958 hal 102
Susilowati, S. Applied Neuro Anatomi. Departemen Kesehatan RI. 1998.
Chausid, J. G. Neuro Anatomi Korelatif dan Neurologi Fungsional. Gadjah Mada Press University. 1983.
Bloch, Bernard. Fraktur dan Dislokasi. Yayasan Esentia Medica. 1978.
Mardjono, Mahar dan Priguna Sidharta. Nurologi klinis Dasar. Dian Rakyat. 1981.
Djoemikan dan Agus Soedomo. Osteologi. Universitas Sebelas Maret Surakarta. 1986.
M. Mars, Amin. Fraktur dan Trauma Pada Manula. Rumah Sakit Ortopedi Surakarta. 1999.
Utomo, Pamuji. Makalah Proses Penyembuhan Pada Tulang.
Makalah Lesi Nervus Ulnaris.
Sujarno, Ig. Fisioterapi Pada Bedah Umum. Akademi Fisioterapi Surakarta. 1986.
Parjoto, Slamet. Terapi Listrik Untuk Nyeri. Akademi Fisioterapi Surakarta. 1990.
Grant.J.C. Boillau. An Atlas of Anatomy Fifth edition The Wilians and wilkins Company, Baltimore. 1962.
Hollinshead Henry W, Anatomy for Surgeon Volume 3, The back and limb, Herper and Row, New York .1966.
Johnston T. B Gray’s Anatomy Descriptive and Applied, Thirty First edition, long mans, green and Company London, New York, Toronto.
Spaltenth Werner, an Atlas of Human Anatomy, Sixtenth edition, Rewritten in the P.N.A. Davis Company, Philadelphia F.A. Hal 268-274.
LESI NERVUS ULNARIS
BAB I
PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG MASALAH
N. Ulnaris
Syaraf ini berasal dari fasciculus medianus plexus brachialis, berjalan mengikuti arteria collateralis ulnaris superior, masuk diantara kedua caput musculus flexor carpi ulnaris dan masuk kedalam sulcus nervi ulnaris dan disini tepat dibawah kulit. Sehingga mudah merangsang meneruskan kedistal dan memberikan cabang pada
1.Ramus muscularis
Memberikan persyarafan pada musculus flexor carpi ulnaris, musculus flexor digitorum profundus jari ke tiga, ke empat, dan ke lima.
2.Ramus cutaneus palmaris
Dipercabangkan pada pertengahan lengan bawah atau sedikit sebelah proxsimalnya menuju dataran valair dari ke lima. Beranastomose dengan nervus cutaneusbrachii medialis.
3.Ramus dorsalis manus
Merupakan cabang terminal yang kecil – kecil setelah menembus fascia antero brachii akan memberikan cabang – cabang ke radial beranastome dengan nervi cutaneus antero brachii lateralis, medialis, dorsalis, dan ramus superficialis nervus radialis. Sedangkan cabang yang ke distal menuju daratan ulnair jari ke tiga, ke empat, ke lima dan data radialis jari ke empat, ke lima.
4.Ramus volaris manus
Merupakan cabang terminal yang benar yang di radialis os. Piriforme pecah menjadi dua yaitu
a.Ramus superficialis
Beranastomose dengan nervus medianus memberikan serabut motoris kepada musculus pada manus brevis yang akhirnya jadi pecah menjadi dua yakni
1.Nervus digitalis volaris propeus yang menuju daratan ulnair jari kelima
2.Nervus digitalis volaris communis yang akan menuju jari ke empat dan kelima serta daratan dorsal phalanx ke dua dan ke tiga.
b.Ramus profundus
Sebelum berakhir beranastomose dengan neuro medianus memberikan cabangnya menuju musculus interrossei, hypothenar, musculus lumbical empat. Kadang – kadang yang lumbical ke lima, musculus adductor pollicis, caput profundus musculus flexor policis brevis dan articulatio manus
Otot yang disarafi
1.Musculus flexor carpi ulnaris
Bentuk spindle dan datar terletak superficial pada permukaan volair dari lengan bawah. Origonya pada pada epicondilus medialis humeri dua per tiga atas margo post os. Ulan sedang kan insersionya pada os. Fisiforme, otot berfungsi gerakkan fleksi dari wrist dan adduksi juga fleksi dari elbow.
2.Musculus flexor digitorum profundus jari ke tiga, keempat, ke lima berbentuk dari otot ini lebar dan juga tebal, terletak sebelah bawah dari musculus flexor digitorum sublimes.
3.Musculus adductor pollicis bentuk otot ini pipih dan berbentuk segitiga.
4.Musculus abductor digitiminimi berbentuk pipih terletak superficial.
5.Musculus flexor digitiminimi berbentuk pipih.
6.Musculus opponen digitiminimi berbentuk pipih terletak tertutup musculus digitiminimi dan juga flexor digitiminimi
7.Setengah dari musculus flexor pollicis brevis
Berbentuk segi empat dibatasi musculus flexor opponen pollicis brevis sebelah radial dan sebelah ulnar oleh musculus abductor pollicis brevis
8.Musculus lumbricalis dari ke tiga dan ke empat.
9.Musculus interosseus palmaris jumlah empat buah bentuk segitiga dan pipih.
10.Musculus interosseus dorsalis banyak empat buah bentuk pipih.
Arteria brachialis
Cabang dari arteria profundus brachii cabang dari deltoideus, arteria collateralis media, arteria collateralis radialis, arteria nutricia humeri
Arteria collateral ilnaris superior arteria radialis.
Arteria ulnaris
Arteria ulnaris ini berjalan kearah profunda yaitu tepi atas musculus pronator teres, terus ke ulnar diantara otot ini dengan otot palmaris longus, flexor carpi radialis, flexor digitorum sublimis.
Nervus ulnaris merupakan cabang yang terbesar dari faciculus medialis plexus brachialis, serabut saraf ini berasal dari cervikal kedelapan dan thoracal pertama. (J.G. Chusid, 1983).
2. PENGERTIAN KASUS
Dimana sering kali terjatuh pada tangan yang terbentang keluar. Fragmen distal dislokasi ke belakang karena M. Triceps. Pada orang dewasa yang biasanya terjadi adalah dislokasi posterior sendi siku, karena adanya fraktur tersebut maka nervus ulnaris yang melewati epicondylus medial akan mengalami gangguan dan mengalami lesi.(Bernard Bloch, 1978).
3. ETIOLOGI
Dislokasi sendi siku.
Trauma langsung pada luka lacerasi.(J. G. Chusid, 1983).
4. PATOLOGI
1.Neuro praxis
2.Axonotmesis
3.Neuronotmesis
N. Ulnaris sering cedera pada siku dimana saraf ini terletak dibelakang epicodylus medialis dan juga pada pergelangan tangan dimana saraf ini dekat dengan A. ulnaris di depan retiniculum flexorum. Cedera pada siku biasanya di hubungkan dengan fraktur epicondylus medialis.(Makalah Lesi N. Ulnaris).
5 PATOFISIOLOGI
Pada daerah fragmen-fragmen fraktur tersebut terdapat penimbunan darah. Dalam beberapa jam setelah trauma maka fibroblast dari jaringan disekitar fraktur masuk ke hematoma tersebut dan beberapa hari kemudian terjadi pembentukan kapiler di daerah tersebut secara bertahap hematoma menjadi jaringan granulasi. Fibroblast yang ada pada jaringan granulasi mengalami metaplasia dan berubah menjadi kolagenoblas khondroblas. Kemudian menjadi osceoblas. Osteoblas dari jaringan tulang yang sehat juga ikut partisipasi. Timbunan jaringan tulang berada di sekitar jaringan kolagen dan pulau-pulau kortilago. Keadaan ini disebut woven bone. Kalus tersebut menyebabkan fragmen-fragmen bersatu pada pemeriksaan akan teraha kalus dan dapat terlihat pada gambaran sinar-x. woven bone berubah menjadi lameccar bone. Kemudian terjadi pembentukan tulang dalam bentuk normal.(Appley and Solomon, 1993).
6. TANDA dan GEJALA
1)Nyeri.
2)Pembengkakan.
3)Riangulasi pada ketiga titik tulang oleh kranon, epicondylus lateralis, epicondylus medialis.(Branard Block, 1978).
Gejala
Grup otot flexor
Grup otot abductor dan adductor, paralyse otot opponens digitiminimi
7. TUJUAN
AMengurangi nyeri.
BMenambah ROM.
CMencegah deformitas yang lebih lanjut.
DMemperlancar sirkulasi darah.
BAB II
ANATOMI TERAPAN
Nervus ulnaris mengandung serabut-serabut radiks ventral/ dorsal C.8 dan TH.1. otot-otot yang disarafi ialah m. flexor karpi ulnaris, kedua m. digitorum profundus. Sisi ulnar, m. palmaris brevis, kedua m. lumbrikalis sisi ulnar, kedua m. interosei dorsalis sisi ulnar, m. addvictorpolisis dan bagian ulnar m. fleksor polisi brevis.(Mahar Mardjono, 1981).
BAB III
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI
Nervus ulnaris modalitas yang dapat digunakan adalah :
1.Tens :
a.Persiapan Alat
Basahi pet.
TENS.
Arus continous.
Waktu terapi 10-15 menit.
b.Persiapan Pasien
Posisi pasien senyaman mungkin.
Bagian yang di terapi bebas dari pakaian.
Tes sensibilitas.
c.Pelaksanaan
Pet yang sudah dibasahi salah satunya diletakkan pada cervikas 8 atau thoracol 1, sedangkan ujung satunya diletakkan pada epicondylus medialis. Atur lamanya waktu terapi, atur intensitasnya kemudian tentukan katode dan anodenya. Lalu naikkan arus perlahan-lahan sampai terjadi kontraksi minimal.
2.Massage
Untuk kasus ini terapis dapat diberikan massage berupa friction yaitu strom’s friction yang bentuk gerakkannya searah denagn sepanjang serabut jaringan dengan model tekanan satu arah.
3.Exercise Terapi
Pemberian terapi latihan bergantung pada nilai dari otot yang dimaksud. Apabila nilai otot 1, maka latihan dengan assisted movement dapat diberikan. Ketika otot mencapai 2, bila nilai otot sudah mencapai nilai 3, maka dapat dilakukan active movement, dan bila otot sudah bernilai 4, maka latihan dapat di tingkatkan menjadi resisted. Baik berupa tahanan dari teropis atau latihan beban yang progresif.
BAB IV
PEMBAHASAN
1.Mengurangi Nyeri
Aktivasi formasio retikularis dan system limbic lewat kolumna dorsalis dan traktus spinotacamikus akan mendorong terjadinya aktivasi mekanis. me desenden yang dapat memodifikasi masukan sensorik di tingkat tanduk belakang baik pada mekanisme kontrol gerbang maupun langsung pada sec T.
2.Menambah ROM
Dengan pemberian resisted passive movement pada pasien maka meningkatkan kekuatan otot dan dengan bertambahnya kekuatan otot akan bertambah pula lingkup gerak sendi.
3.Mencegah Devormasi Lebih Lanjut
Untuk menghindari semakin buruknya keadaan, pasien tersebut disarankan untuk supaya mengurangi pekerjaan-pekerjaan yang berat seperti mengangkat beban. Splint dibutuhkan agar membantu lengan bawah dan tanan supaya tidak terlalu banyak melakukan aktivitas berat.
4.Memperbaiki Sirkulasi Darah
Kontraksi otot yang terjadi menyebabkan tekanan intermitten pada pembuluh venous dan limfe, akibatnya darah akan terdorong ke proksimal yang berarti pada daerah tersebut aliran darahnya makin baik.
Akibat perubahan kimiawi yang terjadi di bawah electrode menyebabkan dilatasi kapiler yang menunjang peningkatan sirkulasi darah lokal.
DAFTAR PUSTAKA
Best Herbert Charles and Taylor Burks Norman, The Living Body, Fourth edition, Reprinted, 1964 Chapaan and Holl limited London, hal 462 – 464
Chus, A Joseph C, Correlative Neuroanatomy and Functional Neurology, Ninth edition Lange Medical Publibation, Los Altis, California, 1958 hal 102
Susilowati, S. Applied Neuro Anatomi. Departemen Kesehatan RI. 1998.
Chausid, J. G. Neuro Anatomi Korelatif dan Neurologi Fungsional. Gadjah Mada Press University. 1983.
Bloch, Bernard. Fraktur dan Dislokasi. Yayasan Esentia Medica. 1978.
Mardjono, Mahar dan Priguna Sidharta. Nurologi klinis Dasar. Dian Rakyat. 1981.
Djoemikan dan Agus Soedomo. Osteologi. Universitas Sebelas Maret Surakarta. 1986.
M. Mars, Amin. Fraktur dan Trauma Pada Manula. Rumah Sakit Ortopedi Surakarta. 1999.
Utomo, Pamuji. Makalah Proses Penyembuhan Pada Tulang.
Makalah Lesi Nervus Ulnaris.
Sujarno, Ig. Fisioterapi Pada Bedah Umum. Akademi Fisioterapi Surakarta. 1986.
Parjoto, Slamet. Terapi Listrik Untuk Nyeri. Akademi Fisioterapi Surakarta. 1990.
Grant.J.C. Boillau. An Atlas of Anatomy Fifth edition The Wilians and wilkins Company, Baltimore. 1962.
Hollinshead Henry W, Anatomy for Surgeon Volume 3, The back and limb, Herper and Row, New York .1966.
Johnston T. B Gray’s Anatomy Descriptive and Applied, Thirty First edition, long mans, green and Company London, New York, Toronto.
Spaltenth Werner, an Atlas of Human Anatomy, Sixtenth edition, Rewritten in the P.N.A. Davis Company, Philadelphia F.A. Hal 268-274.
Selasa, 16 Februari 2010
GINJAL
Fungsi Ginjal
Ginjal-ginjal memainkan peran kunci dalam fungsi tubuh, tidak hanya menyaring darah dan membersihkan limbah,namun juga menjaga keseimbangan dari tingkat-tingkat elektolit-elektrolit didalam tubuh, mengontrol tekanan darah, dan menstimulasi produksi dari sel-sel darah merah.
Ginjal-ginjal terletak didalam abdomen (perut) kearah belakang dan masing-masing satu buah disisi kanan dan kiri dari tulang belakang (spine). Mereka mendapat suplai darahnya melalui arteri-arteri renal (ginjal) langsung dari aorta dan mengirim balik darah ke jantung melalui vena-vena renal ke vena cava. "Renal" berasal dari kata latin untuk ginjal.
Ginjal-ginjal mempunyai kemampuan untuk memonitor jumlah cairan tubuh, konsentrasi-konsentrasi dari elektrolit-elektrolit seperti sodium dan potassium, dan keseimbangan asam-basa dari tubuh. Mereka menyaring limbah-limbah dari metabolisme tubuh, seperti urea dari metabolisme protein dan asam urat (uric acid) dari penguraian DNA. Dua limbah didalam darah dapat diukur: blood urea nitrogen (BUN) dan creatinine (Cr).
Ketika darah mengalir ke ginjal, sensor-sensor didalam ginjal memutuskan berapa banyak air yang dikeluarkan sebagai air seni, bersama dengan berapa konsentrasi dari elektrolit-elektrolitnya. Sebagai contoh, jika seseorang kekurangan cairan (dehidrasi) dari latihan olahraga atau dari suatu penyakit, maka ginjal akan menahan sebanyak mungkin air dan air seni menjadi sangat pekat. Ketika kecukupan air terjadi didalam tubuh, air seni menjadi lebih encer dan menjadi bening. Sistim ini dikontrol oleh renin, suatu hormon yang diproduksi didalam ginjal yang merupakan bagian dari sistim-sistim tubuh yang mengatur cairan dan tekanan darah.
Ginjal-ginjal juga adalah sumber dari erythropoietin didalam tubuh, suatu hormon yang menstimulasi sumsum tulang (bone marrow) untuk membuat sel-sel darah merah. Sel-sel special didalam ginjal memonitor konsentrasi oksigen didalam darah. Jika tingkat oksigen darah turun, tingkat-tingkat erythropoietin naik dan tubuh mulai memproduksi lebih banyak sel-sel darah merah.
Setelah ginjal-ginjal menyaring darah, air seni dikeluarkan melalui ureter, suatu tabung kecil yang menghubungkannya ke kandung kemih (bladder). Kemudian air seni itu di tampung didalam kandung kemih menunggu waktu kencing, ketika kandung kemih mengirim air seni keluar dari tubuh melalui urethra.
Penyebab Gagal Ginjal
Gagal ginjal dapat terjadi dari suatu situasi akut atau dari persoalan-persoalan kronis.
Pada gagal ginjal akut, fungsi ginjal hilang dengan sangat cepat dan dapat terjadi dari suatu luka tubuh yang bervariasi. Daftar dari penyebab-penyebab ini seringkali dikatagorikan berdasarkan dimana luka terjadi.
Penyebab-Penyebab Sebelum Ginjal
Penyebab-penyebabnya disebabkan oleh suplai darah ke ginjal yang berkurang. Contoh-contoh dari prerenal causes adalah:
* Hypovolemia (volume darah yang rendah) disebabkan kehilangan darah.
* Dehidrasi dari kehilangan cairan tubuh (muntah, diare, berkeringat, demam).
* Minum yang sedikit sekali.
* Obat-obatan, contohnya, diuretics ("water pills") dapat menyebabkan kehilangan cairan yang berlebihan.
* Kehilangan suplai darah ke ginjal disebabkan oleh rintangan dari arteri atau vena ginjal.
Penyebab-Penyebab Ginjal (kerusakan langsung pada ginjal sendiri) termasuk:
* Sepsis: Sistim immun tubuh yang kewalahan dari infeksi dan menyebabkan peradangan dan penutupan dari ginjal-ginjal. Ini umumnya tidak terjadi dengan infeksi-infeksi saluran air seni (urinary tract).
* Obat-obatan: Beberapa obat-obatan adalah racun untuk ginjal, termasuk nonsteroidal anti-inflammatory drugs seperti ibuprofen dan naproxen. Lain-lainnya adalah antibiotik-antibiotik seperti aminoglycosides [gentamicin (Garamycin), tobramycin], lithium (Eskalith, Lithobid), obat-obatan yang mengandung iodine seperti yang disuntikkan untuk studi-studi radiologi.
* Rhabdomyolysis: Ini adalah situasi dimana adanya penguraian otot yang signifikan didalam tubuh, dan produk-produk degenerasi dari serabut-serabut otot (muscle fibers) menyumbat sistim penyaringan dari ginjal-ginjal. Sering terjadi karena trauma dan luka-luka yang menghancurkan, itu dapat juga disebabkan oleh beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi.
* Multiple Myeloma
* Acute glomerulonephritis atau peradangan dari glomeruli, sistim penyaringan dari ginjal-ginjal. Banyak penyakit-penyakit dapat menyebabkan peradangan ini termasuk lupus sistemik (systemic lupus erythematosus), Wegener's granulomatosis, dan Goodpasture syndrome.
Penyebab-Penyebab Setelah Ginjal disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi pengaliran dari urin (air seni):
* Penghalangan dari kandung kemih atau ureters dapat menyebabkan tekanan balik ketika tidak ada tempat lain yang dapat dicapai oleh urin dan ketika ginjal-ginjal terus bekerja. Ketika tekanan cukup naik maka ginjal-ginjal akan berhenti bekerja (shut down).
* Prostatic hypertrophy atau kanker prostat dapat menghalangi urethra dan mencegah kandung kemih untuk mengosongkan dirinya.
* Tumor-tumor didalam abdomen (perut) yang mengelilingi dan menghalangi ureters.
* Batu-Batu Ginjal
Gagal ginjal kronis berkembang melalui waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Penyebab-penyebab yang paling umum dari gagal ginjal kronis dihubungkan pada:
* Diabetes yang tidak terkontrol
* Hipertensi yang tidak terkontrol
* Glomerulonephritis kronis (chronic glomerulonephritis)
Penyebab-penyebab yang lebih jarang:
* Penyakit ginjal polycystic
* Reflux nephropathy
* Batu-batu ginjal
* Penyakit prostat
Ginjal-ginjal memainkan peran kunci dalam fungsi tubuh, tidak hanya menyaring darah dan membersihkan limbah,namun juga menjaga keseimbangan dari tingkat-tingkat elektolit-elektrolit didalam tubuh, mengontrol tekanan darah, dan menstimulasi produksi dari sel-sel darah merah.
Ginjal-ginjal terletak didalam abdomen (perut) kearah belakang dan masing-masing satu buah disisi kanan dan kiri dari tulang belakang (spine). Mereka mendapat suplai darahnya melalui arteri-arteri renal (ginjal) langsung dari aorta dan mengirim balik darah ke jantung melalui vena-vena renal ke vena cava. "Renal" berasal dari kata latin untuk ginjal.
Ginjal-ginjal mempunyai kemampuan untuk memonitor jumlah cairan tubuh, konsentrasi-konsentrasi dari elektrolit-elektrolit seperti sodium dan potassium, dan keseimbangan asam-basa dari tubuh. Mereka menyaring limbah-limbah dari metabolisme tubuh, seperti urea dari metabolisme protein dan asam urat (uric acid) dari penguraian DNA. Dua limbah didalam darah dapat diukur: blood urea nitrogen (BUN) dan creatinine (Cr).
Ketika darah mengalir ke ginjal, sensor-sensor didalam ginjal memutuskan berapa banyak air yang dikeluarkan sebagai air seni, bersama dengan berapa konsentrasi dari elektrolit-elektrolitnya. Sebagai contoh, jika seseorang kekurangan cairan (dehidrasi) dari latihan olahraga atau dari suatu penyakit, maka ginjal akan menahan sebanyak mungkin air dan air seni menjadi sangat pekat. Ketika kecukupan air terjadi didalam tubuh, air seni menjadi lebih encer dan menjadi bening. Sistim ini dikontrol oleh renin, suatu hormon yang diproduksi didalam ginjal yang merupakan bagian dari sistim-sistim tubuh yang mengatur cairan dan tekanan darah.
Ginjal-ginjal juga adalah sumber dari erythropoietin didalam tubuh, suatu hormon yang menstimulasi sumsum tulang (bone marrow) untuk membuat sel-sel darah merah. Sel-sel special didalam ginjal memonitor konsentrasi oksigen didalam darah. Jika tingkat oksigen darah turun, tingkat-tingkat erythropoietin naik dan tubuh mulai memproduksi lebih banyak sel-sel darah merah.
Setelah ginjal-ginjal menyaring darah, air seni dikeluarkan melalui ureter, suatu tabung kecil yang menghubungkannya ke kandung kemih (bladder). Kemudian air seni itu di tampung didalam kandung kemih menunggu waktu kencing, ketika kandung kemih mengirim air seni keluar dari tubuh melalui urethra.
Penyebab Gagal Ginjal
Gagal ginjal dapat terjadi dari suatu situasi akut atau dari persoalan-persoalan kronis.
Pada gagal ginjal akut, fungsi ginjal hilang dengan sangat cepat dan dapat terjadi dari suatu luka tubuh yang bervariasi. Daftar dari penyebab-penyebab ini seringkali dikatagorikan berdasarkan dimana luka terjadi.
Penyebab-Penyebab Sebelum Ginjal
Penyebab-penyebabnya disebabkan oleh suplai darah ke ginjal yang berkurang. Contoh-contoh dari prerenal causes adalah:
* Hypovolemia (volume darah yang rendah) disebabkan kehilangan darah.
* Dehidrasi dari kehilangan cairan tubuh (muntah, diare, berkeringat, demam).
* Minum yang sedikit sekali.
* Obat-obatan, contohnya, diuretics ("water pills") dapat menyebabkan kehilangan cairan yang berlebihan.
* Kehilangan suplai darah ke ginjal disebabkan oleh rintangan dari arteri atau vena ginjal.
Penyebab-Penyebab Ginjal (kerusakan langsung pada ginjal sendiri) termasuk:
* Sepsis: Sistim immun tubuh yang kewalahan dari infeksi dan menyebabkan peradangan dan penutupan dari ginjal-ginjal. Ini umumnya tidak terjadi dengan infeksi-infeksi saluran air seni (urinary tract).
* Obat-obatan: Beberapa obat-obatan adalah racun untuk ginjal, termasuk nonsteroidal anti-inflammatory drugs seperti ibuprofen dan naproxen. Lain-lainnya adalah antibiotik-antibiotik seperti aminoglycosides [gentamicin (Garamycin), tobramycin], lithium (Eskalith, Lithobid), obat-obatan yang mengandung iodine seperti yang disuntikkan untuk studi-studi radiologi.
* Rhabdomyolysis: Ini adalah situasi dimana adanya penguraian otot yang signifikan didalam tubuh, dan produk-produk degenerasi dari serabut-serabut otot (muscle fibers) menyumbat sistim penyaringan dari ginjal-ginjal. Sering terjadi karena trauma dan luka-luka yang menghancurkan, itu dapat juga disebabkan oleh beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi.
* Multiple Myeloma
* Acute glomerulonephritis atau peradangan dari glomeruli, sistim penyaringan dari ginjal-ginjal. Banyak penyakit-penyakit dapat menyebabkan peradangan ini termasuk lupus sistemik (systemic lupus erythematosus), Wegener's granulomatosis, dan Goodpasture syndrome.
Penyebab-Penyebab Setelah Ginjal disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi pengaliran dari urin (air seni):
* Penghalangan dari kandung kemih atau ureters dapat menyebabkan tekanan balik ketika tidak ada tempat lain yang dapat dicapai oleh urin dan ketika ginjal-ginjal terus bekerja. Ketika tekanan cukup naik maka ginjal-ginjal akan berhenti bekerja (shut down).
* Prostatic hypertrophy atau kanker prostat dapat menghalangi urethra dan mencegah kandung kemih untuk mengosongkan dirinya.
* Tumor-tumor didalam abdomen (perut) yang mengelilingi dan menghalangi ureters.
* Batu-Batu Ginjal
Gagal ginjal kronis berkembang melalui waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Penyebab-penyebab yang paling umum dari gagal ginjal kronis dihubungkan pada:
* Diabetes yang tidak terkontrol
* Hipertensi yang tidak terkontrol
* Glomerulonephritis kronis (chronic glomerulonephritis)
Penyebab-penyebab yang lebih jarang:
* Penyakit ginjal polycystic
* Reflux nephropathy
* Batu-batu ginjal
* Penyakit prostat
Langganan:
Komentar (Atom)